GERINDRA MENANG PRABOWO PRESIDEN

Kalau Bukan Kita Siapa Lagi,Kalau Bukan Sekarang Kapan Lagi

Julian Damanik

Mengabdi untuk Rakyat, mengadakan Bakti Sosial - www.gerindratangsel.blogspot.com

Menolong Sesama

Warga yang ingin mengikuti Bakti Sosial pengobatan gratis di Kelurahan Pondok Cabe (31/1/2014). Baksos Pengobatan gratis ini terlaksana atas dukungan dari Bapak Julian Sahala Damanik yang juga merupakan salah satu Calon Legislatif dari Daerah Pemilihan VI Kota Tangerang Selatan. Kegiatan ini akan dilakukan di 8 Kelurahan yang ada di Kecamatan Pamulang.

Relawan Gerindra

Mendata Masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan dan pertolongan - www.gerindratangsel.blogspot.com

Julian Damanik Gerindra Tangsel

Siap Mengabdi untuk Rakyat membangun Tangsel yang Cerdas Religius dan Modern - www.gerindratangsel.blogspot.com

POLLING :Pilpres 2014

Showing posts with label pelanggaran. Show all posts
Showing posts with label pelanggaran. Show all posts

Monday, April 14, 2014

Anda bisa melaporkan pelanggaran Pemilu 2014



Cara Melapor

A.  Ke MataMassa
Anda bisa melaporkan pelanggaran Pemilu 2014 ke MataMassa, dengan berbagai cara.
1. Melalui situs.
    Silahkan buka halaman Laporkan! di http://matamassa.org/reports/submit dan lengkapi semua kolom yang ada.
2. Melalui ponsel
    Anda bisa menggunakan apps sesuai dengan sistem operasi di ponsel Anda. Silahkan unduh aplikasi MataMassa secara gratis di PlayStore bagi
    pengguna Android, di AppStore bagi pengguna iOS dan AppWorld bagi pengguna Blackberry, Untuk sistem operasi lainnya, sedang dikembangkan.
3. Melalui SMS
    Ketik Lapor<spasi>Nama pelapor#Tanggal peristiwa#Lokasi Peristiwa#Isi laporan dan kirim ke 0813-7020-2014.
4. Melalui surel
    Kirim laporan dengan judul/subject Lapor ke lapor(at)matamassa.org.

Jika Anda menemui kesulitan dalam mengirimkan laporan, silahkan hubungi kami di help(at)matamassa.org

B. Ke Bawaslu


Email : pengaduan@bawaslu.go.id

Fax     : (021) 390 5889

Thursday, April 10, 2014

Perhitungan Suara di Pamulang Sempat 10 Kali Diulang

banyak petugas dari Polres, Polda dan Koramil
  Pamulang, 10 April 2014.  Hingga malam ini perhitungan suara dibeberapa tempat di Tangerang Selatan masih dilakukan. Hanya beberapa yang sudah mendekati selesai diantaranya Kecamatan Pamulang. Dari sekitar total 46 TPS perhitungan suara sudah selesai namun belum dilakukan rekapitulasi suara. Kalau ditilik perhitungan suara kali ini tergolong lambat dan kurang sistematis.  Lambatnya perhitungan suara bukan dikarenakan petugas Panwaslu tidak mengerti atau kurang gesit namun menurut informasi dikarenakan petugas di TPS yang sempat hingga 10 kali melakukan perhitungan ulang. Hingga petugas Panwaslu harus menjemput bola mendatangi TPS untuk mengambil hasil suara.

Keterlambatan ini mengakibatkan penjadwalan jadi meleset. Bukan hanya itu bahkan salah satu petugas Panwaslu sempat sakit akibat kelelahan dan kelaparan yang tidak tertahankan. Dari 46 TPS yang menjadi sorot utama adalah di TPS 05 dan TPS 15 Kelurahan Bambu Apus. Disinilah menurut informasi terjadinya keterlambatan dalam perhitungan suara.

Narasumber mengatakan bahwa petugas yang ada di 2 TPS ini “kurang” mengerti dan profesional dalam melakukan perhitungan suara. Sesuatu yang sungguh ganti mengingat seharusnya mereka diberikan bekal yang memadai. Maka akibatnya timbul prasangka bahwa terjadinya penggemblungan suara yang menguntungkan beberapa caleg. Walau hal ini tidak dapat dibuktikan begitu juga rumor bahwa pada hari Pemilihan beberapa jam sebelumnya, sekitar pukul 06.00 terutama di 2 kelurahan Kedaung dan Bambu Apus ada beberapa “oknum” melakukan BOM atau serangan fajar dengan membagikan uang.

Sekali lagi hal ini tidak bisa dibuktikan. Sehingga timbul pula kecemasan bahwa perhitungan suara yang masuk khususnya di Kecamatan Pamulang diperkirakan suara tidak sahnya mencapai 10% serta Golput atau tidak memilih sekitar 30% hingga 40%. Sebagai Contohnya di Serua Bukit diperkirakan ada sekitar 100 rt yang golput dan hanya 200 orang yang datang memilih.

Ditengah-tengah kesemrawutan ini ada 2 peristiwa yang bisa dikatakan satunya luar biasa serta satunya menimbulkan pertanyaan dimana Partai Golkar secara dominan dengan perhitungan sementara unggul menjauhi partai manapun dan caleg yang unggul di partai Golkar melewati caleg lainnya yaitu Bapak H.Amir Ramli. Bagaimana tidak?! Khusus di Kelurahan Kedaung, Bambu Apus dan Pondok Cabe Ilir saja, beliau telah mengantongi hingga 3000 suara belum dari kelurahan yang lain. Bisa dikatakan sementara H.Amir Ramli salah satu yang mendapatkan kursi di DPRD Tangsel.

Peristiwa satunya yang menimbulkan pertanyaan adalah banyaknya petugas dari Polres, Polda dan Koramil yang berduyun-duyun bahkan rela menunggu dari pagi untuk meminta hasil perhitungan suara di Kecamatan Pamulang. Walau hampir diberikan untung tidak jadi. Ada kepentingan apa instansi Polri dan TNI meminta hasil suara sementara? Inilah pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh Polri dan TNI.

Miris, sedih dan prihatin kata yang tepat untuk menggambarkan pelaksanaan pemilu anggota legislatif kali ini. Bagaimana pelaksanaan pemilihan presiden? Dikhawatirkan jumlah golput dan suara rusaj akan melebar dan lebih besar dibandingkan pileg. Jika pemerintah tidak segera melakukan sesuatu untuk mengatasi hal ini maka tidak terbayang akan jadi apa negeri tercinta kita ini. Tiap elit hanya ribut untuk mengatasi kepentingan sendiri sedangkan masyarakat hanya menjadi penonton dan pion dari sistem demokrasi kita ini. Segeralah sadar dan buka lembaran baru wahai para elit. Rakyat yang menjadi korbannya.

sumber : Ade Rahman

http://politik.kompasiana.com/2014/04/10/perhitungan-suara-di-pamulang-sempat-10-kali-diulang-648112.html